Rabu, 26 Januari 2011

SEJARAH AGAMA ISLAM DI INDONESIA

SEJARAH AGAMA ISLAM DI INDONESIA
Masjid Agung Demak

KERAJAAN DEMAK BINTARA

Demak adalah kesultanan atau kerajaan islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah (1478-1518) pada tahun 1478, Raden patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara, Demak. Pamor kesultanan ini didapatkan dari Walisanga, yang terdiri atas sembila orang ulama besar, pendakwah islam paling awal di pulau jawa.
Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu menganut islam seperti Jepara,Tuban dan Gresik, Raden patah sebagai adipati Islam di Demak memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu, Majapahit memang tengah berada dalam kondisi yang sangat lemah. Dengan proklamasi itu, Radeh Patah menyatakan kemandirian Demak dan mengambil gelar Sultan Syah Alam Akbar.
Pada awal abad ke 14, Kaisar Yan Lu dari Dinasti Ming di China mengirimkan seorang putri kepada raja Brawijaya V di Majapahit, sebagai tanda persahabatan kedua negara. Putri yang cantik jelita dan pintar ini segera mendapat tempat istimewa di hati raja. Raja brawijaya sangat tunduk kepada semua kemauan sang putri jelita, hingga membawa banyak pertentangan dalam istana majapahit. Pasalnya sang putri telah berakidah tauhid. Saat itu, Brawijaya sudah memiliki permaisuri yang berasal dari Champa (sekarang bernama kamboja), masih kerabat Raja Champa.
Sang permaisuri memiliki ketidak cocokan dengan putri pemberian Kaisar yan Lu. Akhirnya dengan berat hati raja menyingkirkan putri cantik ini dari istana. Dalam keadaan mengandung, sang putri dihibahkan kepada adipati Pelembang, Arya Damar. Nah di sanalah Raden Patah dilahirkan dari rahim sang putri cina.
Nama kecil raden patah adalah pangeran Jimbun. Pada masa mudanya raden patah memperoleh pendidikan yang berlatar belakang kebangsawanan dan politik. 20 tahun lamanya ia hidup di istana Adipati Palembang. Sesudah dewasa ia kembali ke majapahit.
Raden Patah memiliki adik laki-laki seibu, tapi beda ayah. Saat memasuki usia belasan tahun, raden patah bersama adiknya berlayar ke Jawa untuk belajar di Ampel Denta. Mereka mendarat di pelabuhan Tuban pada tahun 1419 M.
Patah sempat tinggal beberapa lama di ampel Denta, bersama para saudagar muslim ketika itu. Di sana pula ia mendapat dukungan dari utusan Kaisar Cina, yaitu laksamana Cheng Ho yang juga dikenal sebagai Dampo Awang atau Sam Poo Tai-jin, seorang panglima muslim.
Raden patah mendalami agama islam bersama pemuda-pemuda lainnya, seperti raden Paku (Sunan Giri), Makhdum ibrahim (Sunan Bonang), dan Raden Kosim (Sunan Drajat). Setelah dianggap lulus, raden patah dipercaya menjadi ulama  dan membuat permukiman di Bintara. Ia diiringi oleh Sultan Palembang, Arya Dilah 200 tentaranya. Raden patah memusatkan kegiatannya di Bintara, karena daerah tersebut direncanakan oleh Walisanga sebagai pusat kerajaan Islam di Jawa.
Di Bintara, Patah juga mendirikan pondok pesantren. Penyiaran agama dilaksanakan sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Perlahan-lahan, daerah tersebut menjadi pusat keramaian dan perniagaan. Raden patah memerintah Demak hingga tahun 1518, dan Demak  menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa sejak pemerintahannya.
Secara beruturut-turut, hanya tiga sultan Demak yang namanya cukup terkenal, Yakni Raden Patah sebagai raja pertama, Adipati Muhammad Yunus atau Pati Unus sebagai raja kedua, dan Sultan Trenggana, saudara Pati Unus, sebagai raja ketiga (1524 – 1546).
Dalam masa pemerintahan Raden Patah, Demak berhasil dalam berbagai bidang, diantaranya adalah perluasan dan pertahanan kerajaan, pengembangan islam dan pengamalannya, serta penerapan musyawarah dan kerja sama antara ulama dan umara (penguasa).
Keberhasilan Raden Patah dalam perluasan dan pertahanan kerajaan dapat dilihat ketika ia melanklukkan Girindra Wardhana yang merebut tahkta Majapahit (1478), hingga dapat menggambil alih kekuasaan majapahit. Selain itu, Patah juga mengadakan perlawan terhada portugis, yang telah menduduki malaka dan ingin mengganggu demak. Ia mengutus pasukan di bawah pimpinan putranya, Pati Unus atau Adipati Yunus atau Pangeran Sabrang Lor (1511), meski akhirnya gagal. Perjuangan Raden Patah kemudian dilanjutkan oleh Pati Unus yang menggantikan ayahnya pada tahun 1518.
Dalam bidang dakwah islam dan pengembangannya, Raden patah mencoba menerapkan hukum islam dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, ia juga membangun istana dan mendirikan masjid (1479) yang sampai sekarang terkenal dengan masjid Agung Demak. Pendirian masjid itu dibantu sepenuhnya oleh walisanga.
Di antara ketiga raja demak Bintara, Sultan Trenggana lah yang berhasil menghantarkan Kusultanan Demak ke masa jayanya. Pada masa trenggan, daerah kekuasaan demak bintara meliputi seluruh jawa serta sebagian besar pulau-pulau lainnya. Aksi-aksi militeryang dilakukan oleh Trenggana berhasil memperkuat dan memperluas kekuasaan demak. Di tahun 1527, tentara demak menguasai tuban, setahun kemudian menduduki Wonosari (purwodadi, jateng), dan tahun 1529 menguasai Gagelang (madiun sekarang). Daerah taklukan selanjutnya adalah medangkungan (Blora, 1530), Surabaya (1531), Lamongan (1542), wilayah Gunung Penanggungan (1545), serta blambangan, kerajaan hindu terakhir di ujung timur pulau jawa (1546).
Di sebelah barat pulau jawa, kekuatan militer Demak juga merajalela. Pada tahun 1527, Demak merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran (kerajaan Hindu di Jawa Barat), serta menghalau tentara tentara portugis yang akan mendarat di sana. Kemudian, bekerja sama dengan saudagar islam di Banten, Demak bahkan berhasil meruntuhkan Pajajaran. Dengan jatuhnya Pajajaran, demak dapat mengendalikan  Selat Sunda. Melangkah lebih jauh, lampung sebagai sumber lada di seberang selat tersebut juga dikuasai dan diislamkan. Perlu diketahui, panglima perang andalan Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana.
Di timur laut, pengaruh demak juga sampai ke Kesultanan banjar di kalimantan. Calonpengganti Raja Banjar pernah meminta agar sultan Demak mengirimkan tentara, guna menengahi masalah pergantian raja banjar. Calon pewaris mahkota yang didukung  oleh rakyat jawa pun masuk islam, dan oleh seorang ulama dari Arab, sang pewaris tahta diberi nama Islam. Selama masa kesultanan Demk, setiap tahun raja Banjar mengirimkan upeti kepada Sultan Demak. Tradisi ini berhenti ketika kekuasaan beralih kepada Raja Pajang.
Di masa jayanya, Sultan Trenggana berkunjung kepada Sunan Gunung Jati. Dari Sunan gunung jati, Trenggana memperoleh gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. Gelar Islam seperti itu sebelumnya telah diberikan kepada raden patah, yaitu setelah ia berhasil mengalahkan Majapahit.
Trenggana sangat gigih memerangi portugis. Seiring perlawanan Demak terhadap bangsa portugis yang dianggap kafir. Demak sebagai kerajaan islam terkuat pada masanya meneguhkan diri sebagai pusat penyebaran Islam pada abad ke 16.
Sultan Trenggan meninggal pada tahn 1546, dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuran. Ia kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Setelah sultan trenggana mengantar Demak ke masa jaya, keturunan sultan tersebut silih berganti berkuasa hingga munculnya kesultanan pajang.
Masjid agung Demak sebagai lambang kekuasaan bercorak Islam adalah sisi tak terpisahkan dari kesultanan Demak Bintara. Kegiatan walisanga yang berpusat di Masjid itu. Di sanalah tempat kesembilan wali bertukar pikiran tentang soal-soal keagamaan.
Masjid demak didirikan oleh Walisanga secara bersama-sama. Babad demak menunjukkan bahwa masjid ini didirikan pada tahun Saka 1399 (1477) yang ditandai oleh candrasengkala Lawang Trus Gunaning Janma, sedangkan pada gambar bulus yang berada di mihrab masjid ini terdapat lambang tahun Saka 1401 yang menunjukkan bahwa masjid ini berdiri pada tahun 1479.
Pada awalnya, majid agung Demak menjadi pusat kegiatan kerajaan islam pertama dijawa. Bagunan ini juga dijadikan markas para wali untuk mengadakan Sekaten. Pada upacara sekaten, dibunyikanlah gamelan dan rebana di depan serambi masjid, sehingga masyarakat berduyun-duyun mengerumuni dan memenuhi depan gapura. Lalu para wali mengadakan semacam pengajian akbar, hingga rakyat pun secara sukarela dituntun mengucapkan dua kalimat syahadat.
Cepatnya kota demak berkembang menjadi pusat perniagaan dan lalu lintas serta pusat kegiatan pengislaman tidak lepas dari andil masjid Agung Demak. Dari sinilah para wali dan raja dari Kesultanan Demak mengadakan perluasan kekuasaan yang dibarengi oleh kegiatan dakwah islam ke seluruh Jawa.
referensi : Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara, M. Hariwijaya, S. S., M.S.i.

Selasa, 25 Januari 2011

SNIPER

SNIPER TERMASHUR

Sniper atau penembak runduk, adalah seorang prajurit infanteri yang secara khusus terlatih untuk mempunyai kemampuan membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan rifle/senapan.

I. Lyudmila Pavlichenko

 Lyudmila Pavlichenko(Ukrainian: Людмила Михайлівна Павліченко; Russian: Людмила Михайловна Павличенко Lyudmila Mikhailovna Pavlichenko) (July 12, 1916 – October 10, 1974) merupakan sniper soviet pada periode PD2. Tercatat menembak mati 309 orang dan diakui sebagai sniper wanita paling sukses dalam sejarah.

II. Carlos Norman Hathcock

Carlos Norman Hathcock (May 20, 1942 – February 23, 1999) merupakan United States Marine Corps Gunnery Sergeant yang tercatat berhasil menembak mati 93 orang. dengan trackrecord dan detil misi luarbiasa yang pernah dilakukannya membuatnya menjadi legenda di kalangan marinir. kepiawaiannya sebagai sniper mengantarkannya menjadi pegembang pada United States Marine Corps Sniper training program. Namanya juga di abadikan menjadi nama salah satu senapan jenis M21 yang dijuluki the Springfield Armory M25 White Feather. Dalam salah satu buku yang mengisahkan tentang sepak terjangnya sebagai sniper, Hathcock mengatakan: “I like shooting, and I love hunting. But I never did enjoy killing anybody. It’s my job. If I don’t get those bastards, then they’re gonna kill a lot of these kids we got dressed up like Marines. That’s just the way I see it.”

III. Vasily Zaytsev

Vasily Zaytsev adalah sniper soviet pada periode PD2. Dikenal karena partisipasinya selama pertempuran Stalingrad antara November 10- December 17, 1942. Tercatat telah menembak mati 225 prajurit dan polisi Wehrmacht (nama angkatan bersenjata Nazi-Jerman sejak tahun 1935 hingga 1945) dan tentara Axis lainnya termasuk 11 sniper musuh. Soviet juga mendirikan sekolah sniper yang juga dijalankan oleh Zaytsev di Metiz factory.  Sniper-sniper yang dilatih oleh Zaytsev dijuluki “zaichata”. Antony Beevor mencatat di Stalingrad bahwa ini merupakan awal dari Pergerakan Sniper di dalam Batalion 62. Diperkirakan para sniper-sniper yang dilatih Zaytsev membunuh lebih dari 3.000 tentara musuh.

IV. Erwin Konig

Erwin Konig aka Heinz Thorvald (died c. 1942) tercatat menembak mati 400 orang, merupakan kampiun Wehrmacht sniper yang diduga terbunuh oleh sniper tentara merah legendaris Vasily Zaytsev pada periode pertempuran Stalingrad. Konig pernah disinggung pada memoar Zaytsev sebagai sniper dan dalam buku buku nonfiksi(1973) William Craig berjudul Enemy at the Gates: The Battle for Stalingrad. Pada tahun 2001 film Enemy at the Gates menceritakan duel antara Zaytsev dan König pada hari-hari terakhir pertempuran di Stalingrad.

V. Ivan Sidorenko

Ivan Sidorenko (born September 12, 1919)… ganteng juga… mantan anggota tentara merah bertugas selama PD2. Merupakan salah satu sniper paling ditakuti pada masa itu, tercatat telah menembak mati lebih dari 500 orang.. wow!! Namun ternyata pretasi Sidorenko tidak terlalu unik karena beberapa sniper soviet pada masa itu juga memiliki catatan pretasi yang tidak jauh berbeda bahkan Simo Häyhä tercatat telah menembak mati 505 orang.

VI. Simo Häyhä

Simo Häyhä (December 17, 1905 – April 1, 2002) bertugas pada masa PD2, tentara merah menjulukinya “White Death” karena menggunakan baju kamuflase warna putih saat beraksi, tidak ada angka pasti berapa orang yang telah ditembak mati olehnya. Häyhä diketahui telah membunuh 505 tentara Soviet. Tentara garis depan Finlandia secara tak resmi menceritakan bahwa dalam pertempuran yang terjadi di Kolla, Häyhä pembunuh lebih dari 800. Häyhä juga dilaporkan membunuh lebih dari 200 tentara menggunakan senapan mesin Suomi KP/-31, sehingga menambah catatan pembunuhan dia menjadi lebih dari 705 tentara. Semua Häyhä lakukan dalam waktu kurang dari 100 hari.
Uni Soviet mencoba beberapa kali untuk membunuhnya, termasuk melawannya dengan penembak jitu lagi dan juga serangan artileri. Pada 6 Maret 1940, Häyhä tertembak pada rahangnya ketika bertempur. Dia ditolong oleh rekan sesama tentaranya dan baru sadar tanggal 13 Maret 1940. Sesaat setelah perang, Häyhä mendapatkan promosi dari Kopral menjadi Letnan tingkat Dua oleh Panglima Tertinggi Carl Gustaf Emil Mannerheim. Tak ada satupun orang yang mendapatkan kenaikan tingkat begitu cepat selain Simo Häyhä dalam sejarah militer Finlandia.
VII. Henry Norwest

Henry Norwest (May 1, 1884– August 18, 1918) bertugas pada masa PD1. Seorangmantan pekerja ranch dan pemain rodeo, Ia pernah bertugas di kepolisian Northwest Mounted hingga september 1915, setelah itu bergabung dengan tentara Kanada. Selama 3 tahun masa tugasnya di 50th Canadian Infantry Battalion, telah melakukan aktivitas sniping dengan rekor 115 tembakan fatal. norwest merupakan Sniper yang luar biasa, hal yang membuatnya berbeda dari yang lain adalah taktik grilyanya yang luar biasa dan keahliannya dlm berkamuflase. Keahliannya itu membuatnya ditugaskan pada misi pengintaian di “no man’s land” atau dibelakang garis musuh.
VIII. Billy Sing

Billy Sing DCM (1886 – 19 May 1943) adalah prajurit Australia yang bertugas pada masa PD1. Merupakan sniper ternama pada masa pertempuran Gallipoli. Sing bertugas dengan spotter (pengintai) Ion Idriess (yang kemudian menulis  “Desert Column”, “Cattle King”, “Lassetter’s Last Ride”), dan kemudian Tom Sheehan. Tercatat menembak mati 150 orang namun pada 23 Oktober 1915, Jenderal William Birdwood, komandan tentara Australia dan New Zealand memuji Sing atas keberhasilannya menembak mati 201 musuh.

IX. Francis Pegahmagabow

Corporal Francis Pegahmagabow (March 9, 1891 – August 5, 1952). Seorang prajurit Aborigin paling berani dalam sejarah militer kanada dan merupakan sniper paling ditakuti pada masa PD1.  Tiga kali memperoleh Mendali Militer dan terluka serius. Tercatat telah menembak mati 378 Tentara Jerman dan menangkap 300 lainnya. Pada masa hidupnya ia pernah menjabat sebagai anggota dewan, sebagai aktivis dan pemimpin  pada beberapa organisasi First Nations. “My mother [Eva] told me he used to go behind enemy lines, rub shoulders with the enemy forces and never get caught. … He was always saying how we have to live in harmony with all living things in this world.” —Duncan Pegahmagabow (son).

KERAJAAN BANJAR


KERAJAAN BANJAR

Kerajaan Banjar adalah kerajaan Islam di pulau kalimantan yang wilayah kekuasaannya meliputi sebagian besar daerah kalimantan pada saat sekarang ini. Pusat Kerajaan Banjar yang pertama adalah daerah di sekitar Kuin Utara (sekarang di daerah Banjarmasin) , kemudian dipindah ke martapura setelah keraton di Kuin dihancurkan oleh Belanda. Kerajaan ini berdiri pada september 1526 dengan Sultan Suriansyah (Raden Samudera) sebagai Sultan pertama Kerajaan Banjar. Kerajaan Banjar runtuh pada saat berakhirnya Perang Banjar pada tahun 1905. Perang Banjar merupakan peperangan yang diadakan kerajaan Banjar untuk melawan kolonialisasi Belanda. Raja terakhir adalah Sultan Mohammad Seman (1862 - 1905), yang meninggal pada saat melakukan pertempuran dengan belanda di puruk cahu.

CIKAL BAKAL KERAJAAN BANJAR
Kemunculan Kerajaan Banjar tidak lepas dari melemahnya pengaruh Negara Dahasebagai kerajaan yang berkuasa saat itu. Tepatnya pada saat Raden Sukarama memerintah Negara Daha, menjelang akhir kekuasaannya dia mewasiatkan tahta kekuasaan Negara Daha kepada cucunya yang bernama Raden Samudera. Akan tetapi, wasiat tersebut ditentang oleh ketiga anak Raden Sukarama yaitu Mangkubumi, Tumenggung dan Bagulung. Setelah Raden Sukarama wafat, Pangeran Tumenggung merebut kekuasaaan dari pewaris yang sah yaitu Raden samudera dan merebut tahta kekuasaan Negara Daha.


Raden Samudera sebagai pihak yang kalah melarikan diri dan bersembunyi di daerah hilir sungai barito. Dia dilindungi oleh kelompok orang melayu yang menempati wilayah itu. Kampung orang melayu itu disebut kampung oloh masih yang artinya kampung orang melayu pimpinan Pati Masih. Lama kelamaan kampung ini berkembang menjadi kota banjarmasih karena ramainya perdagangan di tempat ini dan banyaknya pedagang yang menetap. Dalam pelarian politiknya, raden Samudera melihat potensi Banjarmasih dengan sumber daya manusianya dapat dijadikan kekuatan potensial untuk melawan kekuatan pusat, yaitu Negara Daha. Kekuatan Banjarmasih untuk melakukan perlawaann terhadap Negara Daha akhirnya mendapat pengakuan formal setelah komunitas melayu mengangkat Raden Samudera sebagai kepala Negara.

Pengangkatan ini menjadi titik balik perjuangan Raden Samudera. Terbentuknya kekuatan politik baru di banjarmasih, sebagai kekuatan politik tandingan bagi Negara Daha ini menjadi media politik bagi Raden Samudera dalam usahanya memperoleh haknya sebagai Raja di Negara Daha, sedangkan bagi orang Melayu merupakan media mereka untuk tidak lagi membayar pajak kepada Negara Daha

Setelah menjadi Raja di Banjarmasih, Raden Samudera dianjurkan oleh Patih Masih untuk meminta bantuan Kerajaan Demak. Permintaan bantuan dari Raden Samudera diterima oleh Sultan Demak, dengan syarat Raden Samudera beserta pengikutnya harus memeluk agama Islam. Syarat tersebut disanggupi Raden Samudera dan Sultan Demak mengirimkan kontingennya yang dipimpin oleh Khatib Dayan. Setibanya di Banjarmasih, kontingen Demak bergabung dengan pasukan dari Banjarmasih untuk melakukan penyerangan ke Negara Daha di hulu sungai Barito. Setibanya di daerah yang bernama Sanghiang Gantung, pasukan Bandarmasih dan Kontingen Demak bertemu dengan Pasukan Negara daha dan pertempuran pun terjadi. Pertempuran ini berakhir dengan suatu mufakat yang isinya adalah duel antara Raden samudera dengan Pangeran Tumenggung. Dalam duel itu, Raden Samudera tampil sebagai pemenang dan pertempuran pun berakhir dengan kemenangan banjarmasih.

Setelah kemenangan dalam pertempuran, Raden Samudera memindahkan Rakyat Negara Daha ke Banjarmasih dan Raden Samudera dikukuhkan sebagai Kepala negaranya. Pembauran penduduk Banjarmasih yang terdiri dari rakyat Negara Daha, Melayu, Dayak dan orang jawa (kontingen dari Demak) menggambarkan bersatunya masyarakat di bawah pemerintahan Raden Samudera. Pengumpulan penduduk di banjarmasih menyebabkan daerah ini menjadi ramai, ditambah letaknya pada pertemuan sungai barito dan sungai martapura menyebabkan lalu lintas menjadi ramai dan terbentuknya hubungan perdagangan. Raden Samudera akhirnya menjadikan Islam sebagai agama negara dan rakyatnya memeluk agama Islam. Gelar yang dipergunakan oleh Raden Samudera sejak saat itu berubah menjadi Sultan Suriansyah. Kerajaan Banjar pertama kali dipimpin oleh Sultan Suriansyah ini.

WILAYAH KERAJAAN BANJAR
Kerajaan Banjar semakin berkembang dan lama kelamaan luas wilayahnya semakin bertambah. Kerajaan ini pada masa jayanya membentang dari banjarmasin sebagai ibukota pertama, dan martapura sebagai ibukota pengganti setelah banjarmasin direbut belanda, daerah tanah laut, margasari, amandit, alai, marabahan, banua lima yang terdiri dari Nagara, Alabio, Sungai Banar, Amuntai dan Kalua serta daerah hulu sungai barito. Kerajaan semakin diperluas ke tanah bumbu, Pulau Laut, Pasir, Berau dan kutai di panati timur. Kotawaringin, Landak, Sukadana dan sambas di sebelah barat. Semua wilayah tersebut adalah Wilayah Kerajaan Banjar (yang apabila dilihat dari peta zaman sekarang, Kerajaan Banjar menguasai hampir seluruh wilayah kalimantan di 4 provinsi yang ada). Semua wilayah tersebut membayar pajak dan upeti. Semua daerah tersebut tidak pernah tunduk karena ditaklukkan,tetapi karena mereka mengakui berada di bawah Kerajaan Banjar, kecuali daerah pasir yang ditaklukkan pada tahun 1663.

gambar : muara sungai kuin yang dulunya dekat dengan ibukota kerajaan banjar

RAJA-RAJA KERAJAAN BANJAR

Kerajaan Banjar yang berdiri pada 24 september 1526 sampai berakhirnya perang Banjar yang merupakan keruntuhan kerajaan Banjar memiliki 19 orang raja yang pernah berkuasa. Sultan pertama kerajaan Banjar adalah Sultan Suriansyah (1526 - 1545), beliau adalah raja pertama yang memeluk Agama Islam. Raja terakhir adalah Sultan Mohammad Seman (1862 - 1905), yang meninggal pada saat melakukan pertempuran dengan belanda di puruk cahu.

Sultan Suriansyah sebagai Raja pertama mejadikan Kuin Utara sebagai pusat pemerintahan dan pusat perdagangan Kerajaan Banjar. Sedangkan Sultan Mohammad Seman berkeraton di daerah manawing - puruk cahu sebagai pusat pemerintahan pelarian.

Berikut adalah rincian Raja-raja Kerajaan Banjar sejak berdirinya kerajaan hingga runtuhnya kerajaan itu :
1526 - 1545 :
Pangeran Samudra yang kemudian bergelar Sultan Suriansyah, Raja pertama yang memeluk Islam
1545 - 1570 :
Sultan Rahmatullah
1570 - 1595 :
Sultan Hidayatullah
1595 - 1620 :
Sultan Mustain Billah, Marhum Penambahan yang dikenal sebagai Pangeran Kecil. Sultan inilah yang memindahkan Keraton Ke Kayutangi, Martapura, karena keraton di Kuin yang hancur diserang Belanda pada Tahun 1612
1620 - 1637 :
Ratu Agung bin Marhum Penembahan yang bergelar Sultan Inayatullah
1637 - 1642 :
Ratu Anum bergelar Sultan Saidullah
1642 - 1660 :
Adipati Halid memegang jabatan sebagai Wali Sultan, karena anak Sultan Saidullah, Amirullah Bagus Kesuma belum dewasa
1660 - 1663 :
Amirullah Bagus Kesuma memegang kekuasaan hingga 1663, kemudian Pangeran Adipati Anum (Pangeran Suriansyah) merebut kekuasaan dan memindahkan kekuasaan ke Banjarmasin=
1663 - 1679 :
Pangeran Adipati Anum setelah merebut kekuasaan memindahkan pusat pemerintahan Ke Banjarmasin bergelar Sultan Agung
1679 - 1700 :
Sultan Tahlilullah berkuasa
1700 - 1734 :
Sultan Tahmidullah bergelar Sultan Kuning
1734 - 1759 :
Pangeran Tamjid bin Sultan Agung, yang bergelar Sultan Tamjidillah
1759 - 1761 :
Pangeran Muhammad Aliuddin Aminullah
1761 - 1801 :
Pangeran Nata Dilaga sebagai wali putera Sultan Muhammad Aliuddin yang belum dewasa tetapi memegang pemerintahan dan bergelar Sultan Tahmidullah
1801 - 1825 :
Sultan Suleman Al Mutamidullah bin Sultan Tahmidullah
1825 - 1857 :
Sultan Adam Al Wasik Billah bin Sultan Suleman
1857 - 1859 :
Pangeran Tamjidillah
1859 - 1862 :
Pangeran Antasari yang bergelar Panembahan Amir Oeddin Khalifatul Mu'mina
1862 - 1905 :
Sultan Muhammad Seman yang merupakan Raja terakhir dari Kerajaan Banjar

Sultan Hidayatullah


Pangeran Antasari

Setelah dikalahkannya Sultan Muhammad Seman oleh Belanda pada tahun 1905, praktis seluruh wilayah Kerajaan banjar jatuh ke tangan Belanda dan Kerajaan Banjar runtuh. Akan tetapi semangat yang dikobarkan pejuang perang Banjar melalui sumpah perjuangan "haram manyarah waja sampai kaputing" benar-benar memberikan semangat untuk mempertahankan Kerajaan Banjar. Walaupun akhirnya jatuh ke tangan belanda juga, kita mesti menghargai perjuangan para pejuang yang telah mengorbankan segalanya untuk mempertahankan Kerajaan Banjar. Kota Banjarmasin yang sekarang adalah bukti sejarah hasil perjuangan Sultan Suriansyah dan pengikutnya

Sumber Referensi:
1. Sejarah Banjar (Badan penelitian dan Pengembangan Daerah Kalimantan Selatan)
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banjar
3. Grup Friendster Banjarmasin 
4. Kabupaten Banjar Website

SNIPER INDONESIA

SNIPER LEGENDARIS DARI INDONESIA
(Illustrasi tertembaknya Mayjen JHR Kohler di areal Masjid Raya Baiturrahman)

Legenda kisah para penembak jitu (Sniper) tidak hanya ada di mancanegara saja, seperti Legenda Sniper yang membunuh Jenderal John Sedgwick dalam Perang Sipil di AS, Simo Haya (The White Dead) dari Finlandia yang sukses mencetak headshot terhadap 500 tentara Uni Soviet atau Vasily Zaitev, sniper masyhur Rusia yang banyak merobohkan tentara Jerman dalam Perang Dunia II. Indonesia-pun rupanya tercatat dalam sejarah dunia memiliki Legenda Penembak Jitu dimasa perjuangan melawan Kolonial Belanda silam. 

(Mayor Jenderal J.H.R. Kohler)

Dalam Agresi Kolonial Belanda pertama terhadap Aceh tahun 1873, Pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Kohler berhasil mendarat melalui pantai Ulee Lheu setelah mematahkan pertahanan pantai Kesultanan Aceh. Pasukan kemudian bergerak menuju pusat ibu kota kerajaan, Kuta Raja (Banda Aceh sekarang). Namun pasukan Belanda mendapat perlawanan sengit dan gagah berani dari para pejuang Aceh yang mempertahankan Kuta Raja. Basis perlawanan terkuat antara lain di areal komplek Masjid Raya Baiturrahman.Dengan susah payah dan jatuh banyak korban, pasukan Belanda akhirnya dapat menembus masuk kedalam areal Mesjid Raya kemudian mendudukinya.

Namun pada tanggal 14 April 1873 ketika Jenderal Kohler sedang menginspeksi pasukan Belanda di areal mesjid tersebut, tiba-tiba seorang pejuang Aceh dengan posisi merunduk melepaskan tembakan dari jarak 100 meter dan mengenai jantung sang jenderal.


(Prastasti tewasnya Mayjen Kohler)

Beberapa saat kemudian sang jenderal itu tewas dibawah sebuah pohon (Pohon tersebut sempat dinamakan pohon Kohler sebelum ditebang). Peristiwa tersebut tentu mengejutkan pasukan Belanda dan beritanya tersebar luas keseluruh dunia, terutama Eropa pada waktu itu. Sementara menurut kisah sang pahlawan atau sniper penembak jenderal Kohler tersebut gugur ditembak pasukan Belanda beberapa saat setelah kejadian.

(Berbagai sumber).



Selasa, 07 Desember 2010

MOSSAD DALAM OPERASI MURKA TUHAN

MOSSAD DALAM OPERASI MURKA TUHAN

Kembali membahas tentang para agen rahasia Mossad, kali ini saya mengangkat kembali tentang kisah Mossad yang paling mencekam dalam sejarah dunia dalam operasi mereka yang dinamakan ‘The Wrath of God Operation’ (Operasi Murka Tuhan).
Dalam artikel Mossad, agen rahasia yang paling ditakuti dunia, sudah saya singgung bahwa tidak ada opsi gagal dalam operasi mereka. Semua kisah tentang Mossad membuat image mengenai Mossad lebih identik dengan agen pembunuh yang disegani di berbagai belahan dunia.
Salah satu aksi yang paling terkenal kejam dari Mossad adalah ‘The Wrath of God operation’ atau Operasi Murka Tuhan. Operasi ini digagas oleh Golda Meir, perdana menteri Israel saat itu, untuk menanggapi Pembantaian München atau yang lebih dikenal dengan Peristiwa September Hitam, dimana pada tanggal 5 September 1972 kelompok teroris Palestina menculik dan membunuh 11 atlet Israel yang sedang berada di München guna mengikuti Olimpiade.
Pemicu
Operasi Murka Tuhan dilancarkan akibat operasi September Hitam yang didalangi oleh para kelompok teroris Palestina yang menuntut para tahanan Palestina agar dibebaskan dari penjara Israel dan Jerman Barat.
Pada tanggal 4 september 1972, kelompok radikal Palestina melancarkan aksi teror bersandi operasi Berim Ikrit. Sasarannya perkampungan atlet Israel peserta Olimpiade München. Asrama atlet Israel itu bersebelahan dengan asrama atlet Hong Kong dan Uruguay. Asrama itu terletak dekat bandara Furstenfeldburch, yaitu Asrama Olimpiade, Apartemen Connolystrasse, Blok 31 München. Penculikan atas sebelas atlet Israel ini dilangsungkan pukul 04.30 dini hari ketika para olahragawan ini tengah tertidur lelap. Pukul 4.00 subuh sebelumnya, 8 anggota teroris memanjat pagar setinggi 1.8 meter di Kusoczinskidamm yang berjarak hanya 500 meter dari asrama atlet Israel.


Salah seorang anggota teroris Black September yang terlihat di balkon asrama atlet olimpiade Israel.
Pegulat Israel Yossef Gutfreund adalah orang yang paling awal mendengar bunyi mencurigakan di apartemennya. Ketika ia memeriksanya, ia mendapati pintu apartemennya berusaha dibuka sebelum akhirnya ia mulai berteriak memerintahkan teman-temannya yang lain untuk menyelamatkan diri mereka seraya mendorong tubuh kekarnya menahan laju pintu dari tekanan para anggota Black September. Dua orang atlet Israel berhasil meloloskan diri, sementara delapan lainnya memilih untuk bersembunyi. Seorang atlet angkat berat, Yossef Romano berusaha merebut senjata salah satu teroris, tragisnya ia lalu tertembak dan tewas seketika. Hal yang sama juga terjadi pada Mosche Weinberg, pelatih gulat yang juga tewas saat hendak menyerang anggota teroris lainnya dengan pisau buah. Setelah menawan sembilan atlet Israel, pihak teroris menuntut dibebaskannya 234 tawanan Palestina dari penjara Israel dan dua pemimpin kelompok golongan kiri, Baader-Meinhof, Ulrike Meinhof dan Andreas Baader. dari penjara Jerman Barat. Mereka lalu meminta rute aman menuju Mesir. Pemerintah Jerman pun mengabulkan mengenai rute aman ke Mesir. Saat itu Menteri Bavaria yang juga bertanggung jawab atas Asrama Olimpiade di München sempat menawarkan diri sebagai ganti dari kesembilan atlet Israel untuk ditawan oleh para teroris, tapi tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh pihak teroris. 1 jam kemudian, Kanselir Jerman Barat, Willy Brandt menghubungi Perdana Menteri, Israel Golda Meir melalui telepon, Kanselir Jerman Barat mencoba membujuk perdana menteri Israel, Golda Meir untuk mengabulkan permintaan para teroris, tapi meskipun dibawah ancaman teroris, Israel tetap enggan mengabulkan permintaan para teroris. Jerman sendiri saat itu sudah bersedia membebaskan Baader-Meinhof, Ulrike Meinhof dan Andreas Baader dari penjara di Jerman Barat.
Bandara ini merupakan saksi bisu terjadinya drama pembebasan sandera yang gagal dilakukan terhadap para teroris Black September.
Setelah perundingan yang cukup lama, akhirnya 8 anggota teroris dan 8 tawanan di bawa dengan bus Volkswagen ke Bandara Furstenfeldbruck. Di sana sudah disediakan sebuah Jet jenis 727 yang rencananya akan membawa mereka ke Mesir dengan aman. Tapi ini semua adalah jebakan. Pemerintah Jerman Barat telah menyusun skenario pembebasan para sandera di dalam pesawat tersebut. Sekitar 5-6 orang polisi disamarkan dengan berpura-pura menjadi kru pesawat, lebih dari 8 penembak jitu disiagakan di titik-titik yang tidak terlihat oleh para teroris. Para personil keamanan sudah diberi wewenang untuk menembak begitu aba-aba diberikan, hal ini juga berdasarkan pengamatan terhadap para anggota teroris yang diketahui tidak mengenakan perlengkapan anti peluru apapun. Drama skenario pembebasan ini awalnya berjalan sesuai rencana. Tiba-tiba dua personil dari anggota kepolisian Jerman Barat berindak gegabah dengan memulai tembakan pertama ketika para target belum berada di lokasi sasaran. Tembak-menembak pun terjadi di luar rencana, skenario menjadi kacau dengan berujung kepada jatuhnya korban dari kedua belah pihak. Drama penyanderaan yang berlangsung selama 21 jam akhirnya berakhir dengan peledakan sebuah helikopter. 3 anggota teroris, semua tawanan atlet Israel yang berjumlah 11 orang dan satu anggota kepolisian Jerman Barat pun tewas dalam baku tembak tersebut.
Aksi Black September Lainnya
Aksi teror lainnya dari Black September selain insiden Munich antara lain:
28 November 1971, empat anggotanya melakukan penembakan atas perdana menteri Yordania, Wasfi Al-Tal.
Desember 1971, Penyerangan terhadap Zeid Al Rifei, Duta Besar Yordania yang bertugas di London.
Februari 1972, penyabotasean atas instalasi listrik Jerman serta lahan gas di Belanda.
Mei 1972, Pembajakan penerbangan Belgia, Sabena 572 yang bertolak dari Viena menuju Lod.
10 September 1972, kelompok ini membajak sebuah pesawat Boeing 707 Lufthansa dengan rute Ankara-Beirut untuk dibarter dengan anggotanya yang tertangkap dalam insiden Olimpiade. Walau diprotes Israel, pemerintah Jerman Barat tak punya pilihan lain demi keselamatan seisi pesawat.
22 Januari 1973, Operasi Black September melakukan pembalasan atas terbunuhnya para pemimpin mereka dengan membunuh salah satu agen Mossad di Madrid, Baruch Cohen.
1 Maret 1973, serangan pada kantor kedutaan Arab Saudi di Khartoum yang menewaskan dua perwakilan kedubes Amerika dan seorang pejabat berwenang Belgia.
9 April 1973, tiga anggota Operasi Black September berupaya membajak pesawat terbang Arkia milik Israel di bandara Nikosia. Aksi ini digagalkan satpam pesawat. Dua anggota Black September dan seorang polisi Siprus tewas dalam kontak senjata. Hanya dalam beberapa jam kemudian, rumah dubes Israel di Nikosia diledakkan meski kosong.
Aksi Mossad
Menanggapi aksi tersebut, Israel kemudian memikirkan cara agar peristiwa ini tidak terulang lagi. Perdana Menteri Israel, Golda Meir kemudian membentuk Komite X,
yang hanya terdiri dari beberapa pejabat pemerintah yang bertugas untuk merundingkan respon Israel atas peristiwa September Hitam khususnya Insiden München. Dalam komite ini termasuk di dalamnya sang perdana menteri sendiri, Menteri Pertahanan Israel yakni, Moshe Dayan sebagai kepala komite, dan Zvi Damir yang saat itu menjabat sebagai direktur Mossad. Setelah melewati beberapa perundingan dalam rapat komite, komite ini kemudian sampai pada kesimpulan bahwa Israel harus mencegah hal yang sama terjadi di masa depan dengan cara yang dibutuhkan. Kesimpulan cara yang dibutuhkan pun kemudian sampai pada kesimpulan bahwa semua yang terlibat dalam operasi September Hitam harus dibunuh.
Markas Besar Angkatan Bersenjata Israel kemudian membentuk tim khusus yang beranggotakan personel terbaik Mossad dan A’man (intelijen militer). Mossad sendiri kemudian mengaktifkan unit pembunuh mereka bernama, Kidon atau yang lebih dikenal dengan unit bayonet. Unit ini bertugas untuk melacak siapa saja yang terlibat dalam operasi September Hitam, kemudian membunuh semua yang terlibat dalam Operasi mereka yang dinamakan Operasi Murka Tuhan. Operasi Murka Tuhan tidak hanya ditujukan untuk membunuh mereka yang menculik dan membunuh para atlet Israel, tetapi hingga para dalang peristiwa September Hitam pun diburu dan dibunuh. Berita resmi dari berbagai negara melaporkan bahwa sekitar puluhan orang yang terlibat dengan operasi September Hitam di Eropa telah diburu dan berhasil dibunuh. Desas-desus justru mengatakan bahwa sebenarnya korban yang dibunuh Mossad mencapai ratusan orang karena Mossad juga membunuh keluarga mereka yang terlibat dengan operasi September Hitam bahkan hingga mereka yang hanya dicurigai terlibat sekalipun. Hasilnya, Mossad menorehkan nama yang berbeda dari antara agen rahasia negara lainnya, mereka disegani, diperhitungkan, ditakuti, tapi karena kekejamannya.
Berikut adalah aksi-aksi yang dilakukan oleh Mossad dalam Operasi Murka Tuhan:
Pembunuhan pertama terjadi pada 16 Oktober 1972. Saat itu dua agen Israel telah menunggu seorang pejabat Palestina bernama Wael Abdel Zwaiter selesai dari makan malamnya. Dua agen tersebut menunggu hanya sekitar 30 menit di gedung apartemen Abdel Zwaiter di Roma. Begitu Abdel Zwaiter pulang dari makan malamnya, 11 tembakan langsung menghujani tubuh sang pejabat yang dituduh Mossad terlibat dalam Operasi September Hitam.
Target kedua Mossad adalah Dr. Mahmoud Hamshari, yang merupakan perwakilan PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) di Perancis. Seorang agen Mossad menyamar sebagai jurnalis untuk membuat Hamshari keluar sebentar dari kamarnya agar memungkinkan agen Mossad lainnya memasang sebuah bom telepon di dalam telepon kamar Hamshari. Pada malam hari tanggal 8 Desember 1972, Hamshari mengangkat sebuah telepon dari seorang jurnalis yang baru saja bertemu dengannya, dan … KABOOMM!! (meledak mode: on). Mossad percaya bahwa Dr. Mahmoud Hamshari adalah pemimpin Operasi September Hitam di Perancis.
Pada malam hari di tanggal 24 Januari 1973, Hussein Al Bashir (Hussein Abad Al Chir) baru saja mematikan lampu kamar hotel dimana dia menginap yaitu Olympic Hotel di Nicosia. Kurang dari 3 detik kemudian sebuah bom yang dipasang dibawah tempat tidurnya meledak dan memporak-porandakan kamarnya termasuk orangnya. Al Bashir pun tewas. Mossad menganggapnya sebagai pemimpin Operasi September Hitam di Siprus.
Pada tanggal 6 April 1973 di Paris, ketika Dr. Basil Al-Kubaissi (seorang profesor hukum di Universitas Amerika Beirut) dicurigai oleh Mossad sebagai penyedia logistik terhadap operasi September Hitam, Mossad mengirim satu orang agennya untuk menghabisi target. Al-Kubaissi kemudian ditemukan tewas ketika baru pulang dari makan malamnya. Dia tewas dengan 12 tembakan di tubuhnya
Ali Hassan Salameh
Mossad menganggap Ali Hassan Salameh yang mempunyai julukan Pangeran Merah sebagai dalang dari Insiden di Munchen. Pada November 1978, seorang agen Mossad mengaku sebagai Erika Chambers memasuki lebanon dengan paspor Inggris palsu, dan menyewa sebuah apartemen di Rue Verdun. Beberapa saat kemudian para agen Mossad lainnya mulai datang berkumpul di apartemen tersebut, termasuk dengan dua agen Mossad lainnya yang juga menggunakan nama samaran Roland Petrus dan Scriver Kolbergyang menggunakan paspor Inggris dan Kanada yang juga palsu semuanya. Setelah tiga agen sudah terkumpul, strategi pun disusun. Bahan peledak pun disiapkan dan dikemas dalam plastik yang kemudian akan diangkut sebuah mobil Volkswagen. Drama pembunuhan Ali Hassan Salameh akan direncanakan dengan sebuah bom mobil yang akan diparkirkan dimana mobil yang ditumpangi Ali Hassan Salameh akan melintas. Pada pukul 3.35 di tanggal 22 Januari 1979, Ali Hassan Salameh tewas akibat sebuah bom mobil yang didalangi hanya oleh 3 agen Mossad.
Serbuan Mossad dan Pasukan Komando Israel
Selain membunuh orang-orang yang terlibat dengan Black September, Israel juga menggelar operasi rahasia di Libanon dengan sasaran di 4 lokasi berbeda yaitu markas kelompok DFLP dan kompleks pelatihan Al Fatah di Sidon, pabrik senjata dan amunisi PLO di Al Qusay (kawasan Sabra) dan sasaran utama kompleks kediaman para pentolan Black September di kawasan mewah Ramlat El Bida. Dalam operasi yang bersandi Mivtza Aviv Ne’urim alias ‘Operasi awal musim semi’ ini anggota Mossad dan pasukan komando Israel berhasil membunuh 3 pentolan Black September yaitu Muhammed Yusuf el Najer alias Abu Yusuf beserta istrinya, Kemal Nasser dan Kemal Adwan. Pentolan Black September lainnya, Muhammed Boudia lolos dari maut karena sedang pergi ke Suriah. Mossad juga menghancurkan markas DFLP, gedung berlantai tujuh itu diledakkan setelah seluruh dokumennya dikuras. Dalam serbuan selama 30 menit tersebut tercatat sedikitnya 200 orang gerilyawan Palestina tewas, selain ratusan ton senjata berhasil dihancurkan. Selain tentu saja ribuan lembar dokumen penting yang segera menjadi santapan pihak intelijen Israel dan Barat.
Untuk lebih jelas mengenai kisah Mossad dalam Operasi Murka Tuhan, saya menemukan suatu ebook yang menjadi arsip dari perpustakaan ABRI. Jika anda men-download ebook ini, maka anda pasti akan mengetahui jika ebook ini hanya hasil scan dari suatu buku, dan anda akan menemukan cap Perpustakaan ABRI pada halaman 23. Fakta ini sekaligus menegaskan jika para angkatan bersenjata Indonesia saja telah belajar banyak dari para Mossad. Artikel tentang ebooknya ada disini.

Kamis, 02 Desember 2010

MEMBUAT TELOR ASIN

 
TELUR ASIN

Nama telur asin mungkin sudah tidak asing bagi mereka yang sering melakukan perjalanan menggunakan kereta api ekonomi dan bisnis menuju ke jakarta atau sebaliknya. Makanan ini sering dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjualan di kereta api dan banyak ditemui di berbagai kota. Namun hanya sedikit orang yang tahu bahwa asal telur asin itu berasal dari Brebes.

Akhirnya kami berkesempatan mengunjungi ke salah satu sentra industri pembuatan telur bebek asin yang terletak di Desa Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Industri ini berskala rumah tangga dan menengah sehingga hampir setiap rumah di desa ini memproduksi telur asin.

Proses membuat telur bebek asin masih menggunakan cara yang sederhana, belum menggunakan peralatan modern.  Sebelumnya dilakukan pemilihan telur yang baik yaitu telur tidak mengalami retak atau pecah dan bukan telur yang telah dibuahi (telur tetas). Telur bebek yang telah dipilih dan dibersihkan dilumuri dengan adonan tanah liat yang telah dicampuri dengan air, abu gosok, dan garam laut. Telur bebek dilapisi adonan kurang lebih 1cm dan diakhiri dengan pemberian lapisan abu gosok.

Telur yang sudah selesai dilapisi adonan tanah liat dimasukkan kedalam sebuah tempat atau peti untuk disimpan selama 14 hari atau 2 minggu. Setelah 2 minggu, lapisan tanah liat dibersihkan sampai bersih sampai tidak ada kotoran di pori-pori kerabang telur. Ada beberapa teknik pemasakan telur bebek asin yaitu direbus, dipanggang, dan dioven.

Perbedaan teknik pemasakan telur bebek asin mempengaruhi tekstur dan rasa. Telur bebek asin yang mengalami proses perebusan bertekstur basah dan berair. Telur bebek asin yang mengalami proses pemanggangan dan oven memiliki tekstur kesat dan memiliki rasa yang khas. Keunggulan telur bebek asin yang dimasak melalui proses pengovenan adalah lebih tahan lama dan kandungan nutrisi telur tetap terjaga.
Telur bebek asin Brebes ini memiliki ciri khas yaitu gurih, rasa asin yang merata di sebuah bagian telur dan warna merah kecoklatan pada kuning telur yang kaya akan omega-3 dan protein. Sedikit berbeda dengan telur bebek asin yang sekarang banyak di jumpai di daerah-daerah lain. Harga jual telur bebek asin di Brebes antara Rp1.800,- hingga Rp2.4000,- untuk telur rebus, antara Rp2.200,- hingga Rp3.000,- untuk telur yang dioven atau dipanggang.

Sumber : http://teamtouring.net/mengintip-sentra-pembuatan-telur-bebek-asin-di-brebes.html.